21.8.13

UKM Sekre

miris banget ternyata kalo dipikir ulang. aku baru sadar belum lama ini kalo aku ikut UKM apa, aktif di UKM apa. maksudku, tempat ini bukan kos-kosan kan? ini sekre loh. sekretariat UKM. tapi apa? tempat ini malah jadi kos-kosan sejumlah oknum. oke deh dulu banyak aktivitas UKM di sini, lha sekarang? boro-boro. bener kata seniorku "ngapain kalian di sekre kalo kerjanya cuma 'nyampah'?"



sekre bukan sebuah wahana bermain, tapi sarana untuk kita mengembangkan diri kita. sekre hanya satu dari sekian fasilitas yang disediakan untuk mereka yang menjadi anggota UKM. sekre bukan sebuah tempat kita mengurung diri dan menjadi katak dalam tempurung. sekre bukan sebuah penjara, atau kamar kos yang bisa kau tinggali tanpa membayar. apa yang kau dapat di sekre? nonsense! ga ada! ibarat kau bermain ke kolam renang tapi hanya sekedar bermain air, dan bukannya belajar berenang. lalu untuk apa kau ada di sana? apa yang kau dapat? bermain air hanya sebuah dasar, kawan. setelah kau terbiasa "hidup di air", kau baru mulai bisa berenang. ingat! HANYA SEBUAH DASAR! selanjutnya kau kembangkan dirimu sendiri sesuai potensi yang kau miliki.

katanya mahasiswa itu "agent of change", tapi kok gini banget kelakuannya? dilihat dari mana kita sebagai agen perubahan? apa yang kita ubah? perubahan macam apa yang kita buat? menuju hal positif, atau negatif? ke arah mana kau berjalan, kawan? mau sampai kapan kau stuck di dunia gaib yang mungkin tak banyak memberi manfaat bagimu? mau sampai kapan kalian terjebak di ruangan berukuran 3x3 meter persegi ini? dunia ini luas, kawan. ayolah kita keluar sejenak, dua jenak dari kehidupan normal kita. berubah dan menjadi perubah. jika kau ingin jadi katak dalam tempurung, that's fine! asalkan kau melakukan sesuatu yang itu untuk mengembangkan dirimu.

aku menyesal dan kuharap kalian juga menyesal. menyesal karena kita hanya menjadi "calon sampah masyarakat". kalian mau menjadi sampah?aku tidak mau dan tidak ingin kalau suatu hari nanti titelku yang hadir di belakang namaku hanya menjadi sebuah titel. titel yang akan "nyantel" di belakang namaku nanti, untuk apa aku memilikinya? apa yang bisa kuperbuat dengan titel itu? jangan sampai titel yang sudah kita perjuangkan selama 4 tahun atau lebih hanya teronggok begitu saja di belakang sana. apa yang bisa kalian lakukan dengan titel itu? apa? apa yang akan kalian lakukan? untuk negeri ini, untuk masyarakatnya, untuk alamnya, untuk semuanya? APA?! jangan hanya berkata "nih aku udah jadi mahasiswa, keren kan?". mahasiswa yang seperti apa kau? mahasiswa sampah? punya kualitas apa kau sebagai mahasiswa? mahasiswa sebagai agent of change, atau mahasiswa follower? yang kerjanya cuma ikut2an orang di depannya seperti seekor bebek? ataukah mahasiswa ku-pu-ku-pu yang ga lebih baik dari sekor semut? mahasiswa macam apa kamu?

coba deh guys kalian renungin baik2. belajarlah dari masa lalu, di masa sekarang, untuk masa depan. bukan untuk orang lain, tapi untuk dirimu sendiri. jika kau tau apa yang mau kau lakukan pada dirimu sendiri, kau akan mengembangkan itu untuk negerimu. belajar dari hal terkecil, menuju hal besar. tulisan ini kubuat bukan berarti aku lebih baik dari kalian. aku hanya merasa bahwa aku ini hanya seonggok "sampah masyarakat" di tengah segala kemajemukan ini. tulisan ini kubuat karena aku mengharapkan adanya suatu perubahan yang mungkin tak bisa kulakukan tapi kalian bisa. kalian, kawan-kawanku. kalian! atau kita? yang manapun itu, mari bersama kita tunjukkan pada mereka yang sudah merendahkan kita sedemikian rendahnya dan buktikan bahwa kita bisa lebih baik dari mereka. menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. :)

MERDEKA !!!

Dirgahayu 68 tahun Republik Indonesia, 
selamat berulang tahun, negeriku