3.3.15

Sunrise at Posong

Lanjutan dari posting di bawah.

Kamis, 4 Februari 2015, sekitar pukul 02.30, di Mushola Rest Area
Aku yang malam itu entah mimpi apa dibangunin jam 2an sama temen2. alesan kami bangun pagi salah satunya karena kami ga apal jalan ke Posong. akhirnya kami siap2 dan berangkat ke Posong jam 3 kurang. perjalanan dari RA-Gerbang Posong sebenernya butuh waktu kurang dari 10 menit, tapi karena kami ga apal jalan akhirnya kebablasan jauh dan kami sempet bingung juga di situ. akhirnya setelah berkonsultasi dengan Google Map, kami pun bisa kembali ke jalan yang benar. kami sampai di Posong jam setengah 4an, dan gerbang menuju Posong masih terkunci rapat. di samping gerbang terdapat pos jaga dengan sepasang penjaga masih terlena dalam mimpi mereka masing2. akhirnya jam 4 kurang kami diizinkan masuk dan setelah melalui perjalanan yang seperti pendakian ngojek sampe pos 1 Sindoro (mungkin) akhirnya kami sampai di lokasi yang dituju setengah jam kemudian.

12.2.15

po.. po.. po.. Posong !!!

ngga kok. ngga typo. emang itu namanya. Posong
bentar.. cari pustaka dulu..

.....<moment later>.....

Wisata alam Posong, sebuah tempat wisata yang terbilang baru. Lokasinya berada pada ketinggian sekitar 2.000 mdpl. Wisata alam Posong ini tidak begitu jauh dari alun-alun Temanggung, tepatnya di Desa Tlahap, kecamatan Kedung (Citizen6, 2014).

Posong menawarkan pemandangan yang indah karena dari sini Anda dapat melihat tujuh puncak gunung sekaligus yaitu Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Ungaran dan Gunung Muria. Dengan latar belakangnya adalah Gunung Sindoro.
Selain itu, Anda juga dapat melihat sunrise yang istimewa di Posong. Wisata alam Posong juga cocok dijadikan sebagai tempat untuk berekreasi bersama keluarga, berkemah bersama teman-teman, atau sekedar untuk menjernihkan pikiran (Citizen6, 2014).

Di wisata alam Posong, terdapat tiga gardu dengan luas yang sama yang dapat dijadikan sebagai tempat lesehan yang nyaman dengan pemandangan Gunung Sumbing yang terlihat besar.Juga ada bangunan pendukung seperti mushala, kamar mandi, dan sebuah warung kopi yang menawarkan kopi dan gorengan (Citizen6, 2014).

Konon pada zaman penjajahan Belanda, Pangeran Diponegoro terdesak oleh tentara kompeni sampai hutan lereng Gunung Sindoro. Sambil beristirahat bersama sisa pasukannya, Pangeran Diponegoro menyusun strategi, dibantu penduduk setempat beliau mengintruksikan agar membuat pos. Beberapa prajurit justru menentang pembuatan pos tersebut. Dalam benak pikiran sebagian prajurit tersebut mengatakan "kita ini sudah terdesak. Bukankah didalam pos justru akan mempermudah pasukan Belanda meringkus kita? ".Akan tetapi setelah dipresentasikan akhirnya terjadilah kesepakatan bersama. Dengan kelihaiannya dalam menerapkan strategi perang, Pangeran Diponegoro membuat pos tersebut hanyalah sebagai tipu daya untuk mengelabuhi keberingasan kompeni, pos tersebut hanyalah alat untuk memancing tentara kompeni supaya menyerang. Diluar dugaan, pos tersebut merupakan pos kosong. Karena kelelahan dan dikepung oleh Prajurit Diponegoro dan dibantu oleh penduduk setempat akhirnya Belanda menyerah. Dari singkatan POS Kosong terciptalah nama POSONG (Pramono, S.H., 2012).

demikian yang dapat saya sampaikan. kurang lebihnya mohon maaf. wass..... eh, belum selesai ding. baru juga mau dimulai. :p